Kesekian
Ini adalah kesekian kali jatuh dan bangun dengan mencintai orang yang sama. Boleh jadi aku tidak menghiraukan diriku sendiri. Tidak masalah. Aku mencintainya. Ini masih aman selagi aku tahu bahwa aku memang bodoh dan salah dengan tetap memelihara cinta padanya.
Ya, dulu memang tidak aman. Aku tahu itu. Dulu cinta itu begitu kaku, naif, dan lugu. Tidak ada keberanian untuk mengakuinya pun terlalu rapuh untuk mengakui bahwa tidak ada rasa yang sama darinya. Sekarang? Aku bebas. Tak ada lagi beban itu. Aku akan mencintai dengan apa yang tersisa di pikiranku.
Ikhlas tak melulu akhir dari semuanya. Kadang manifestasi dari keikhlasan adalah tetap berjalan, mencintai tanpa mengusik. Lalu diam-diam ikut tersenyum atas bahagianya, diam-diam khawatir terhadap kesehatannya, diam-diam mendoakan hari-harinya. Tapi satu yang masih mengganjal, ikhlas biasanya tak diucapkan bukan?
Comments
Post a Comment